Monday, March 3, 2014

Susul Tim MPR, Tim Film juga melaju ke Surabaya

Seiring langkah Tim Marketing Public Relations (MPR) yang lolos ke babak 10 besar PR Competition, Tim Film mahasiswa Ilmu Komunikasi Unitri juga meloloskan wakilnya ke babak 5 besar Movie Festival di Surabaya. Kedua kompetisi tersebut masuk dalam rangkaian Komunikasi Fiesta bersama Poster Design Competition yang diadakan oleh Universitas Widya Mandala Surabaya (UWMS) di awal tahun 2014 ini.

Maju dengan nama "Bhuwana Visual", tim yang dikoordinir Silvian Jati Putra (angkatan 2010) mengusung tema nasionalisme dan diberi judul "Apa & Apa". Babak final akan diadakan tanggal 10 Maret 2014 di Surabaya dimana kelima tim yang lolos akan melakukan presentasi seputar film yang dihasilkan. Selain Silvian yang juga bertindak sebagai film director, tim "Bhuwana Visual" beranggotakan Mariano Pascoal Ximenes (angkatan 2010) sebagai music director, Anuar Jener (angkatan 2012) sebagai producer, dan Zilfi Agra Pratiwa (angkatan 2012) sebagai editor.


Tuesday, February 25, 2014

Marketing Public Relation Competition: Komunikasi Unitri Loloskan Wakilnya Ke Surabaya

Mahasiswa Ilmu Komunikasi Unitri kembali menorehkan prestasi. Setelah lolos dalam seleksi nasional Program Kreativitas Mahasiswa (PKM), kali ini tim mahasiswa Ilmu Komunikasi Unitri berhasil masuk 10 besar semifinalis Marketing Public Relation (MPR) Competition yang digelar oleh Universitas Widya Mandala Surabaya.

Diketuai oleh Syakidatul Isnainiyah (angkatan 2010) dan beranggotakan Ria Oktafia (2010) serta Anang Sulistiyono (2013), tim MPR Unitri akan melakukan presentasi proposal di babak semifinal pada 6 Maret 2014 di Surabaya. Tema yang diusung oleh Syakidatul dan kawan-kawan adalah "Heritage of Tenun Ikat Flores".



Saturday, February 8, 2014

Mahasiswa Ilmu Komunikasi Raih Hibah PKM 2014

Tim mahasiswa Ilmu Komunikasi Unitri yang diketuai oleh Yuni Lasari (angkatan 2011) berhasil lolos dalam seleksi Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) 2014 yang diadakan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Dikti).

Mengusung judul penelitian "Pengaruh Desain Website Terhadap Peningkatan Pengetahuan Customer Mengenai Produk", tim bimbingan Akhirul Aminulloh, S.Sos., M.Si. ini menerima hibah Dikti bersama dengan sekitar 7300 tim mahasiswa dari berbagai universitas di Indonesia. Mahasiswa anggota tim antara lain Syakidatul Isnainiyah (angkatan 2010) dan Munawara (angkatan 2011).


Wednesday, September 26, 2012

Latar Belakang Pendirian Program Studi Ilmu Komunikasi



Era Reformasi yang bergulir sejak tahun 1998 telah memberikan perubahan yang mendasar pada tatanan demokrasi serta wajah perpolitikan tanah air. Perubahan tersebut telah memberikan dampak kepada semakin dibutuhkannya sumberdaya manusia yang handal dalam segala bidang sehingga diharapkan mampu membawa perubahan bangsa kearah lebih bagus untuk mencapai cita-cata kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang adil makmur dan sejahtera.
Buah reformasi yang sangat fundamental dalam kehidupan berbangsa dan bernegara kita adalah diterapkannya otonomi daerah dalam rangka desentralisasi dan dekonsentrasi yang memberikan ruang gerak yang luas kepada daerah dan masyarakat untuk berpartisipasi dalam mengurus rumah tangganya sendiri. Artinya dengan diterapkannya otonomi daerah bukan berarti tugas dan tanggungjawab daerah semakin ringan akan tetapi sebaliknya justru semakin berat dan luas tanggung jawab pemerintah daerah. Oleh karena itu ketersediaan dan kesiapan sumberdaya manusia pada masing-masing daerah merupakan keharusan yang tidak bisa ditawar-tawar.
Kehadiran Undang-Undang No. 32 tahun 2004 sebagai pengganti Undang-undang  No. 22 tahun 1999 tentang Pemerintah Daerah adalah jawaban dari banyaknya permasalahan-permasalahan yang timbul ketika UU No. 22 tahun 1999 diimplementasikan. Pada dasarnya permasalahan yang ada selain disebabkan karena faktor sumber daya manusia yang tersedia juga tidak terlepas dari kurang berjalannya fungsi komunikasi yang ada sehingga seringkali informasi yang dapat diakses oleh masyarakat sangat bias sekali.
Arus informasi yang ada saat ini telah menjadikan dunia tanpa sekat lagi dimana batas-batas geografis maupun negara sudah tidak lagi signifikan, akibatnya masyarakat semakin bebas mengakses informasi yang menjadikannya semakin terdidik, banyak menuntut dan memiliki posisi tawar menawar (bargaining position) yang semakin kuat.
Seiring dengan perkembangan jaman, arus globalisasi merupakan masalah eksternal perguruan tinggi yang harus disikapi dengan bijak. Dalam satu dasawarsa terakhir, perkembangan arus informasi di Indonesia berjalan dengan cepat. Dengan demikian, kebutuhan sarjana Ilmu Komunikasi juga meningkat. Perkembangan itu juga dibarengi dengan persaingan global yang semakin ketat, sehingga perguruan tinggi harus melakukan evaluasi dalam penyelenggaraan program pendidikannya. Sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang begitu pesat, maka dibutuhkan ketersediaan sumberdaya manusia yang terdidik, terlatih, terampil dan menguasai pengetahuan dan teknologi khususnya bidang Ilmu Komunikasi.
Peranan komunikasi dalam pelaksanaan otonomi daerah sangat besar karena informasi yang berasal baik dari media cetak maupun elektronika akan sangat mempengaruhi perilaku masyarakat  baik dalam bidang politik ekonomi sosial dan budaya. Dengan demikian dalam rangka pelaksanaan otonomi daerah agar nantinya mampu teraplikasikan secara benar, maka peranan komunikasi menjadi tumpuan bagi aparatur pemerintah terkait dengan berbagai kebijakan yang bakal diambil.
Dalam perspektif makro ilmu komunikasi memegang peranan penting dalam berbagai aspek kehidupan masyarakat yang mampu menembus waktu dan batas teritorial. Terlebih dalam dunia bisnis ilmu komunikasi akan sangat berguna dalam menjalin kerjasama serta membuka peluang-peluang baru lewat public relations.
Dalam kaitan ini Universitas Tribhuwana Tunggadewi membuka Program Pendidikan strata Satu (S-1) pada tahun 2005 yaitu Program Studi Ilmu Komunikasi yang bernaung pada Fakultas Ilmu Sosial dan Politik. Program Studi Ilmu Komunikasi ini dibuka sebagai salah satu wahana untuk mempersiapkan sumberdaya yang tangguh dan kompeten di bidang Ilmu Komunikasi, sehingga mampu menjawab tantangan ke depan tentang kebutuhan ahli komunikasi yang mampu dan profesional memecahkan problem-problem sosial yang makin komplek dan kesenjangan informasi yang sering menimbulkan konflik  berkepanjangan di masyarakat berdasarkan pada kajian ilmiah, melalui proses belajar dan penelitian.