COMMFEST 2025: DUA DEKADE ILMU KOMUNIKASI UNITRI, RUANG KREATIVITAS YANG TAK PERNAH PADAM

Malang — Meriah, hangat, dan penuh makna. Itulah suasana yang tergambar dari gelaran Communication Festival (Commfest) 2025 yang diselenggarakan oleh Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Tribhuwana Tunggadewi (UNITRI) Malang pada Sabtu (18/10). Tahun ini, Commfest mengusung tema “More Than Just a Carnival, This is Your Home”, sebuah pesan mendalam untuk merayakan 20 tahun perjalanan Prodi Ilmu Komunikasi sekaligus menegaskan bahwa Ilmu Komunikasi adalah “rumah” bagi siapa pun yang ingin berkembang di dunia komunikasi.

Ketua Pelaksana Commfest 2025, Yesyurun Nazaranto Harobu atau akrab di panggil Erzad, menjelaskan bahwa acara ini bukan sekadar perayaan ulang tahun, melainkan momentum refleksi dan apresiasi terhadap perjalanan panjang Prodi Ilmu Komunikasi yang telah melahirkan banyak alumni berprestasi di bidang jurnalistik, public relations, serta televisi dan film.

“Kami ingin menunjukkan bahwa Ilmu Komunikasi bukan hanya tempat belajar, tapi juga rumah yang menumbuhkan kreativitas, kekeluargaan, dan semangat berkarya,” ujarnya.

Commfest 2025 sendiri sudah dipersiapkan sejak enam bulan lalu, dengan kerja keras seluruh panitia yang terdiri dari berbagai divisi, seperti BPI, acara, humas, kreatif, konsumsi, perlengkapan, dan keamanan. Meski diwarnai berbagai tantangan, terutama dalam mencari sponsor dan mengelola dana, Erzad mengungkapkan bahwa semangat kebersamaan panitia menjadi kunci kesuksesan acara tahun ini.

“Spirit teman-teman panitia luar biasa. Mereka bekerja dengan penuh dedikasi meskipun sebagian besar panitia adalah perempuan. Tapi semangat mereka tak pernah padam,” tambahnya.

Dukungan juga datang dari seluruh dosen Ilmu Komunikasi yang turut memberi bimbingan, tempat pertemuan, serta saran dalam proses penyelenggaraan. Tak hanya itu, pihak sponsor seperti Flobamora Logistik juga ikut membantu menyukseskan acara ini.

Sebelum malam puncak, Commfest 2025 menghadirkan serangkaian kegiatan inspiratif seperti Lesehan Literasi, Communication Cinema, dan Communication Sport. Beragam kegiatan ini tidak hanya menjadi wadah penggalangan dana, tetapi juga media ekspresi dan pengembangan minat mahasiswa.

“Kami ingin menyediakan ruang bagi teman-teman untuk membaca, berkarya, berolahraga, sekaligus berkomunikasi. Semua kegiatan ini mencerminkan semangat Ilmu Komunikasi yang dinamis dan terbuka,” jelas Erzad.

Menurutnya, Commfest menjadi ajang belajar berharga dalam mengasah soft skill, mulai dari kerja sama tim, manajemen waktu, hingga kemampuan menghadapi krisis. Salah satu tantangan besar yang dihadapi tahun ini adalah terbatasnya sponsor dan perubahan mendadak di hari pelaksanaan. Namun, hal tersebut dapat diatasi berkat koordinasi cepat antar-divisi.

“Di situlah manajemen krisis diuji. Beberapa rapat dadakan harus dilakukan untuk menyelesaikan masalah di lapangan. Tapi semua bisa diselesaikan dengan baik,” ungkapnya.

Ke depan, Erzad berharap Commfest dapat lebih matang dalam konsep dan persiapannya, dengan dukungan yang lebih kuat dari pihak universitas.

“Kami berharap di tahun depan, Commfest bisa lebih besar, lebih profesional, dan mendapat dukungan penuh dari kampus, termasuk dalam pembiayaan dan promosi,” ujarnya.

Di usia dua dekade, Prodi Ilmu Komunikasi UNITRI membuktikan diri sebagai wadah yang terus melahirkan talenta kreatif dan profesional. Melalui Commfest, nilai-nilai kebersamaan, semangat, dan kreativitas mahasiswa terus tumbuh.

“Commfest bukan tentang seberapa besar acaranya, tapi seberapa besar maknanya bagi kami. Ini rumah kami, tempat kami belajar, tumbuh, dan berkarya,” tutup Erzad dengan bangga. (HUMAS)