“Tanya”
Dalam balutan malam yang berkabut,
angin berhembus dingin menyaluti sunyi.
Aku terjatuh dalam hening, sendiri,
bersimpuh di antara bayang-bayang sepi.
Perlahan kutapaki jejak kelam masa lalu,
sadar bahwa mereka yang pernah bersamaku
tak jarang menanggung derita.
Lalu,
kusampaikan tanya pada diriku sendiri:
adakah aku yang menjadi sumber nestapa?
Apakah kehadiranku hanya meninggalkan luka?
Pertanyaan demi pertanyaan bergema dalam batin,
aku menanti balasan yang tak kunjung datang.
Namun yang hadir hanyalah kekosongan—
sebuah jawaban yang tak pernah ada.
Penulis : _megimenza
Mahasiswa Prodi Ilmu Komunikasi UNITRI




